Kategori: Why

Mengapa Awan Tidak Jatuh?

Awan berasal dari proses penguapan air yang ada di permukaan bumi, air danau, laut, sungai, dan air lainnya. Akibat dari pemanasan terutama pemanasan sinar matahari, air menguap lalu uap air melayang ke langit karena sifat uap air yang ringan. Di ketinggian tertentu pada titik keseimbangan akibat tekanan udara dari sekelilingnya stabil, tekanan dari bawah, atas, dan samping, kumpulan uap air akan berhenti dan membentuk awan. Awan terbentuk karena uap air berada pada ketinggian langit yang suhunya dingin sehingga mengalami pemadatan (kondensasi) menjadi dalam bentuk cair (embun) atau padat (kristal es).

Awan terdiri dari kumpulan partikel atau butiran-butiran es dalam jumlah banyak. Butiran-butiran es yang membentuk awan ukurannya sangat kecil, tidak saling menempel satu dengan lainnya, dan ringan. Tekanan udara panas dari bumi dalam bentuk aliran udara ke atas mampu menopang berat atau menahan gravitasi sehingga awan tidak jatuh.

Mengapa Langit Cerah Berwarna Biru?

Pada siang hari saat kita berdiri di pantai yang air lautnya jernih dan langit cerah dapat melihat pemandangan warna langit dan laut biru. Apakah warna biru langit merupakan pantulan dari warna air laut? Atau justru sebaliknya, warna biru air laut merupakan pantulan warna langit.

Ketika langit berawan warna putih apakah warna laut akan berubah menjadi putih pula. Ternyata tidak. Dengan demikian warna biru laut atau langit bukan dari pantulan warna langit atau laut. Oh ya, sifat air dan udara meneruskan cahaya bukan memantulkan cahaya seperti jenis benda padat. Bukti lain, warna air yang danau jernih tetap biru ketika cuaca sedang berawan. Jika warna tidak biru, tapi hijau mungkin saja danau tersebut banyak ganggang hijau. Sedangkan jika warnanya putih susu mungkin saja karena lumpur yang  mengakibatkan keruh, tetapi bukan pantulan warna awan di langit.