Kategori: Science

Jejak Pesawat Terbang Berekor Putih

Pernahkah kalian melihat pesawat yang terbang tinggi di langit yang cerah di belakangnya ada jejak ekor putih seperti asap yang mengikuti lintasan pesawat? Apakah ekor putih tersebut sisa pembakaran mesin pesawat yang keluar dari knalpot?

Gejala keluarnya ekor putih di belakang pesawat, di Indonesia umumnya terjadi pada musim kemarau ketika langit biru dan suhu udara di angkasa yang dilintasi pesawat sangat dingin. Ketika pesawat masih terbang rendah, di belakangnya tidak ada ekor putih yang seperti asap, padahal konsumsi bahan bakar (avtur) lebih banyak ketika pesawat terbang rendah. Nah, kalau begitu ekor putih tersebut bukan asap dong…

Jejak ekor putih yang mengikuti lintasan terbang pesawat adalah akibat dari perbedaan suhu pesawat, uap dari pembuangan pembakaran yang panas dan udara di sekitar lintasan yang sangat dingin. Sisa pembakaran pesawat menghasilkan uap air, sedangkan suhu sekitarnya lebih dingin. Uap air  terkondensasi dengan cepat menjadi bentuk butiran-butiran kecil kristal es pembentuk awan putih akibat perbedaan suhu tersebut.

Mengapa Awan Tidak Jatuh?

Awan berasal dari proses penguapan air yang ada di permukaan bumi, air danau, laut, sungai, dan air lainnya. Akibat dari pemanasan terutama pemanasan sinar matahari, air menguap lalu uap air melayang ke langit karena sifat uap air yang ringan. Di ketinggian tertentu pada titik keseimbangan akibat tekanan udara dari sekelilingnya stabil, tekanan dari bawah, atas, dan samping, kumpulan uap air akan berhenti dan membentuk awan. Awan terbentuk karena uap air berada pada ketinggian langit yang suhunya dingin sehingga mengalami pemadatan (kondensasi) menjadi dalam bentuk cair (embun) atau padat (kristal es).

Awan terdiri dari kumpulan partikel atau butiran-butiran es dalam jumlah banyak. Butiran-butiran es yang membentuk awan ukurannya sangat kecil, tidak saling menempel satu dengan lainnya, dan ringan. Tekanan udara panas dari bumi dalam bentuk aliran udara ke atas mampu menopang berat atau menahan gravitasi sehingga awan tidak jatuh.