Arsip Kategori: Why

Artikel tentang sains disekitar kita yang dimulai dengan pertanyaan Why?

Science Comic: Why?

Why? Series adalah komik sains yang berasal dari Korea dengan penyajian gambar kartun berwarna yang lucu dan alur cerita yang sangat menarik bagi anak-anak. Komik Why yang beredar di Indonesia sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Komik Why? asyik dibaca dengan penjelasan ilmiah sains yang diperankan tokoh kartun sehingga menambah pengetahuan kita. Penyajiannya melalui kisah petualangan yang jenaka oleh beberapa tokoh (karakter) di antaranya: Omji, Komji, Paman, Profesor Rid, dan Minimi. Tokoh kartun pada setiap seri mungkin saja berbeda karena penulisnya memang berbeda. Di antara penulisnya adalah Jo Yeong Seon, Jon Jae Un, dan YeaRimDang.

Komik Why? Bemanfaat sebagai pendamping buku pendidikan untuk anak SD dalam memahami sains. Memang telah ada komik sains kuark yang terbit bulanan, tetapi untuk mengisi kekosongan waktu menunggu terbitnya majalah baru, membaca komik Why sangat membantu memahami sains yang disajikan dari sudut pandang pertanyaan anak-anak. Baca komik Why pemahaman sains jadi mudah. Continue reading

Jejak Pesawat Terbang Berekor Putih

Pernahkah kalian melihat pesawat yang terbang tinggi di langit yang cerah di belakangnya ada jejak ekor putih seperti asap yang mengikuti lintasan pesawat? Apakah ekor putih tersebut sisa pembakaran mesin pesawat yang keluar dari knalpot?

Gejala keluarnya ekor putih di belakang pesawat, di Indonesia umumnya terjadi pada musim kemarau ketika langit biru dan suhu udara di angkasa yang dilintasi pesawat sangat dingin. Ketika pesawat masih terbang rendah, di belakangnya tidak ada ekor putih yang seperti asap, padahal konsumsi bahan bakar (avtur) lebih banyak ketika pesawat terbang rendah. Nah, kalau begitu ekor putih tersebut bukan asap dong…

Jejak ekor putih yang mengikuti lintasan terbang pesawat adalah akibat dari perbedaan suhu pesawat, uap dari pembuangan pembakaran yang panas dan udara di sekitar lintasan yang sangat dingin. Sisa pembakaran pesawat menghasilkan uap air, sedangkan suhu sekitarnya lebih dingin. Uap air  terkondensasi dengan cepat menjadi bentuk butiran-butiran kecil kristal es pembentuk awan putih akibat perbedaan suhu tersebut.

Continue reading