KMNR 12 Tahun 2017

Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) merupakan olimpiade matematika dengan jumlah peserta terbanyak  setelah Olimpade Sains Nasional (OSN). Pada tahun pelaksanaan KMNR yang ke-12 ini Apta ikut dengan target naik podium telah tercapai. Meskipun tidak selalu menjadi yang terbaik dalam setiap lomba, kegigihan yang dilakukan Valentino Rossi di MotoGP hingga sekarang memang patut ditiru. Hingga sekarang Rossi masih menjadi perhatian dan diperhitungkan para pebalap lain karena prestasinya.

Olimpiade, lomba, kompetisi matematika tingkat provinsi maupun nasional manapun memang pelaksanaannya belum ada yang benar-benar sempurna sesuai harapan peserta. Akan tetapi ketidaksempurnaan tersebut janganlah menjadi alasan siswa tidak mengikuti olimpiade. Justru dari berbagai pelaksanaan yang bermacam-macam kualitas, berbagai kondisi dapat dijadikan sarana untuk menguji kemampuan, daya tahan mental peserta dalam menghadapi tantangan kondisi tersebut.

Salah satu tantangan Apta ke depan adalah meraih medali emas di KMNR. Dalam menghadapi suasana lomba di babak semifinal dan final yang hiruk pikuk karena banyaknya peserta sudah dapat diatasi dengan strategi dan tanpa keluhan. Memang sulit meraih medali emas dengan kondisi tulisan hingga saat ini belum bisa rapi, bagus, dan mudah terbaca. Alasan karena sulit menarik perhatian para juri, para juru koreksi soal di babak final dengan kondisi tulisan tidak rapi. Padahal koreksi hanya waktu +- 3 jam untuk ribuan peserta di babak final dengan jenis jawaban uraian, bukan pilihan ganda dengan lembar jawaban komputer.

Apta bersama Muhammad Rendy Dwi Hadwin dan Arrafa Fairus Kadhafi dari SD dan SMP Bina Anak Sholeh (BAS) Tuban.

Pada tahun 2017 maupun tahun sebelumnya kami ikut KMNR bersama rombongan KPM Surabaya karena di samping lomba ada acara jalan-jalan wisata juga. Kami juga senang dapat berjumpa dengan teman-teman semasa SD karena mereka ikut dalam rombongan yang sama. Satu perjalanan dapat manfaat beberapa tujuan, tidak hanya lomba semata.

Foto di atas, Apta bersama Arrafa dan Rendy teman semasa SD yang sekarang di SMP BAS Tuban. Kami semua naik podium meskipun dengan medali berbeda. Arrafa mendapat medali emas dengan tambahan piala karena menjadi peserta kelas 3 terbaik. Arrafa saat ini menjadi jagoan dari SD BAS Tuban dengan prestasi waoowww, menjuarai lomba di mana-mana. Tahun 2017, dia di kelas 3 tetapi dapat menjuarai lomba dengan peserta SD hingga kelas 6. Arrafa menjadi harapan terbesar bagi kami alumni SD BAS Tuban untuk meraih medali emas di OSN pada 2019, nanti saat dia di kelas 5.

Foto Apta (paling kanan) pada saat di podium penyerahan medali, KMNR Bogor 2017.

Hasil foto bukan dari CCTV 😛 , tetapi dari jarak jauh dengan perbesaran kamera ponsel, kemudian dipotong sehingga hasil buram.