Science and Social Olympiads

“Explore the Horizon to Discover the Best Potential for the Greatest Nation” adalah tema The National Science and Social Olympiads (SSO) XVII tahun 2016. Olimpiade tahunan tingkat SMP dan sederajat ini dilaksanakan sejak tahun 2000, dua tahun lebih dulu dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang pertama kali dilaksanakan di Yogyakarta tahun 2002. Penyelenggara SSO yaitu SMA Darul Ulum 2 Jombang, yang merupakan sekolah di lingkungan pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang. Slogan SSO, “Faith is Our Strength”.

Usia sekolah Apta di SMP belum seumur jagung alias dua bulan. SSO merupakan lomba pertama sebagai siswa SMP. Lomba kali ini kami dari kelas 7 bertiga (Alfian, Hardana, Nagata) membentuk tim untuk ikut SSO bidang Science dengan subjek Biologi, Fisika, dan Matematika. Sebagai pendatang baru belum berharap menjadi juara tetapi untuk observasi dulu karena buku-buku SMP baru baca judulnya saja, belum sampai tuntas isinya. Apalagi lawan-lawannya kakak kelas dari kelas 8 dan 9.

Tim kami di SSO ke-17 sampai di babak semifinal, lumayan untuk pengalaman. Kami senang meskipun tidak berhasil ke babak final karena penyelenggarakan SSO melebihi harapan atau prediksi sebelumnya. Untuk tingkatan sekolah SMA reviews penyelenggaraan secara keseluruhan sangat waooww keren. Pantas untuk menyandang nama “National” apalagi diikuti pula oleh peserta dari luar pulau Jawa.

Mungkin bayangan orang kalau event, acara diselenggarakan di pondok pesantren panitia memakai sarung dan berkopiah, banyak pidato, sambutan, dan ceramah. Tapi faktanya pembawa acara/MC dapat beraksi seperti anak remaja gaul dan gaya bahasa keren, tidak membuat bosan audien. Sebelum pengumuman finalis hanya ada dua pertunjukan tari, tidak ada pidato ataupun sambutan. Tidak terasa kalau acara tersebut di lingkungan pondok pesantren.

SSOofficial

Foto MC diculik dari  akunTwitter @SSO Official.

Fasilitas dan persiapan SSO oleh panitia bagi peserta sangatlah cukup nyaman dapat memenuhi kebutuhan peserta. Sejak dari registrasi sambutan panitia ramah dan cekatan. Acara demi acara berjalan lancar karena pedoman telah tersusun di buku panduan acara sejumlah 37 lembar yang isinya lebih lengkap dari buku panduan OSN bahkan IMSO sekalipun. Setiap tim telah ditentukan nama ruang, lokasi/denah ruangan lomba, serta diantar panitia pendamping tiap tim untuk menuju ruangan. Jika peserta tidak bertanya kepada panitia, dari buku panduan sudah dapat mengetahui kapan dan di mana akan mengerjakan soal-soal SSO.

Sebelum sampai di panggung peserta melewati photo booth, siapapun dapat foto bareng dengan badut maskot SSO. Meja registrasi dijaga oleh kakak-kakak panitia yang mengenakan jas almamater SMADU 2. Meja registrasi tim Science dan Social dipisahkan sehingga mempercepat proses registrasi. Para guru bukan panitia utama di bagian depan.

Panggung memang dibuat hanya khusus untuk SSO, berupa tenda di halaman sekolah tapi setting-nya keren. Tidak ada banner, logo iklan sponsor sebagaimana di olimpiade yang lain, tentu cukup mengeluarkan banyak biaya untuk panggung acara dan kursi penonton sebanyak itu.

SSOXVII

Selama peserta SSO mengerjakan soal-soal di ruangan kelas, guru dan orang tua pendamping peserta diantar tur keliling ke seluruh fasilitas pondok pesantren dengan “kereta kelinci”. Pemandunya dari kakak panitia SSO yang siswa SMADU 2 sekaligus santri di asrama pondok pesantren juga. Ternyata siswa SMADU 2 di luar jam pelajaran sekolah mereka tinggal di asrama untuk tambahan belajar agama Islam.

Kutipan sebagian tata tertib asrama, “Dilarang memiliki atau menggunakan: alat komunikasi (HP, HT, dsb) alat musik (Gitar, seruling, dsb), alat transportasi (sepeda, sepeda motor, dsb) serta alat permainan (kartu remi, catur dsb)”. Selama di luar jam pelajaran harus berada di lingkungan pondok pesantren, jika keluar harus izin kepada penjaga di setiap ujung jalan ada pos penjaga.

Satu poin penting hikmah bagi kami dari tata tertib tersebut. Kakak-kakak panitia tahu secara keseluruhan tentang acara SSO dari A-Z mungkin saat diajak rapat oleh ketua panitia, mereka serius menyimak karena tidak mainan HP/ponsel.

Finalis Science dan Social masing-masing 5 nilai tertinggi di babak semifinal. Di babak final finalis akan berebut posisi juara dan merebutkan hadiah uang, 5 piala, 5 medali, dan 1 trofi bergilir Mendikbud. Babak final akan dibagi dalam 5 bagian dengan juara berdasarkan jumlah nilai akumulasi tertinggi.

SSOXVII2016

Poin Plus SSO

SSO wajib diikuti oleh siswa SMP maupun ditiru para event organizer olimpiade karena penyelenggaraan bagus. Berikut ini dua poin plus-nya yang berbeda dari olimpiade lainnnya:

  1. Bersamaan dengan pengumuman 5 finalis, nilai dan daftar peringkat semua peserta dapat diambil masing-masing tim di meja panitia ( hanya butuh waktu 2 jam dari akhir waktu peserta mengerjakan soal). Bagi peserta yang tidak lolos final, dapat sebagai bahan evaluasi belajar. Olimpiade yang lain biasanya hanya nilai finalis dan pengumuman hanya dipasang pada papan pengumuman berupa kertas 1 lembar, dan peserta berdesakan berebut melihat pengumuman. Belum ada olimpiade yang lain dengan pengumuman model seperti ini;
  2. Panitia SSO, guru dan siswa mengetahui tentang acara keseluruhan yang mereka selenggarakan. Peserta maupun pendamping yang bertanya kepada panitia dijawab cepat, tepat, dan ramah. Di olimpiade yang lain sering ditemui panitia hanya tahu tugasnya sendiri saja, misalkan bagian registrasi hanya tahu syarat registrasi saja. Banyak panitia berbaju almamater tetapi ketika ditanya masih mencari jawaban ke teman-temannya.

Artikel lain yang terkait dengan artikel sedang dibuka:

  1. Jejak Pesawat Terbang Berekor Putih
  2. Mengapa Langit Cerah Berwarna Biru?
  3. Mengapa Pesawat Terbang Butuh Landasan Panjang?
  4. Olimpiade Sains Kuark 2016
  5. Science Comic: Why?