Olimpiade Sains Kuark 2016

Final Olimpiade Sains Kuark (OSK) 2016 telah dilaksanakan di Gedung Titan (Dharma Dexa) Tangerang Selatan tanggal 18 Juni 2016. Finalis masing-masing level terdiri dari 101 finalis sehingga level 1-3 sejumlah 303 finalis. Babak penyisihan diikuti oleh peserta dari 33 provinsi sejumlah 92.877 peserta, namun tidak semua provinsi berhasil ke babak final. Bisa mencapai babak final adalah prestasi hebat karena pesertanya puluhan ribu.

OSK merupakan olimpiade sains terbesar jumlah peserta, dan terluas jangkauan wilayahnya, babak penyisihan diikuti oleh peserta dari  semua provinsi di negeri ini. Jumlah peserta yang mencapai puluhan ribu menunjukkan kepercayaan masyarakat atas OSK, apalagi tidak gratis, untuk ikut OSK peserta harus membayar Rp 50.000.

Indikator kualitas OSK adalah para finalisnya adalah anak-anak yang ikut Olimpiade Sains Nasional (OSN) maupun International Mathematics and Science Olympiad for Primary School (IMSO), jadi tidak diragukan lagi. Apta ketika final kemarin berjumpa dengan teman-teman di OSN maupun IMSO tahun 2015. Meskipun Apta tidak berhasil meraih medali, dengan mengikuti final OSK maka kita akan saling mengenal dengan teman-teman dari provinsi lain yang suka sains, tidak sekedar bertanding bidang sains saja. Apalagi acara selama dua hari kegiatan final OSK asyik sekali.

Soal-soal babak penyisihan hingga final pun menarik, dari tahun ke tahun tidak ada yang mirip, apalagi copy-paste tahun sebelumnya. Materi OSK berasal dari majalah bulanan Kuark, artikel sains yang disajikan dalam bentuk komik sehingga anak-anak menjadi gemar membacanya. Jika tidak ikut lomba pun ilmu sains kita akan makin baik jika baca majalah Kuark. Negara-negara maju banyak ilmuwan sains-nya sehingga ilmu sains yang kita peroleh sekarang akan berguna saat kita dewasa nanti untuk bersaing dengan ilmuwan dari berbagai negara.

Acara demi acara final OSK dilalui dengan gembira. Kakak-kakak yang ditunjuk sebagai pendamping finalis juga semangat dan ceria mendampingi hingga selesai. Pagi hari orang tua/pendamping finalis menyerahkan peserta ke kakak-kakak panitia. Setelah acara selesai di sore hari diserahkan kembali kepada pendamping. Selama durasi acara tersebut orang tua tidak dapat bertemu finalis yang didampinginya.

Masing-masing level dibagi empat kelompok beranggotakan 25 finalis. Apta di kelompok 11 Mr Plantae. Foto kelompok kami berikut ini.

PLANTAE

Kuark Science Project Exhibition

Tahun 2016 ini tahun pertama di acara final diadakan Kuark Science Project Exhibition. Meskipun baru pertama kali jumlah finalis yang ikut mencapai 107 karya sains. Dalam waktu sebulan sejak pengumuman finalis ternyata cukup untuk membuat karya yang keren. Waaoww…

Berikut ini karya finalis dari SD Lazuardi Tursina Banyuwangi yang membuat rumah botol yang ramah lingkungan.

RUMAHBOTOL

Apa sih yang Apta tunjukkan di Kuark Science Project Exhibition?

Apta membuat detektor polutan udara dengan Arduino Uno. Cara kerja mendeteksi polutan  jika ada polutan melebihi batas tertentu (tidak sehat) lampu akan menyala merah dan nilai pencemaran Part per Million  (ppm) ditampilkan pada layar LCD (Liquid Crystal Display). Gas yang dideteksi adalah CO, Propana, Metana, Alkohol, Hidrogen, serta Asap. Rangkaian project sains diletakkan dalam kotak transparan berbahan acrilyc ukuran 30x30x16 cm dihiasi dengan LEGO. Untuk demo polutan emisi CO dan Gas Apta membawa korek api berbahan bakar gas. Tampilan ketika di pameran menjelaskan cara kerja alat kepada pengunjung dan penyerahan medali finalis foto di bawah.

MEDALX

Setelah acara pameran karya Sains di dalam gedung yang dilihat juga oleh Bapak Mendikbud Anies Baswedan, peserta lalu ke lapangan di sebelah gedung Universitas Pembangunan Jaya. Acara penganugerahan medali dibuka dengan pengibaran balon merah putih, beberapa sambutan yaitu dari bapak Mendikbud, Prof Yohannes Surya dan beberapa wakil sponsor. Mendikbud tempo dulu bapak Wardiman Djojonegoro juga hadir di acara ini. Pengalungan medali finalis dilakukan oleh Anies Baswedan dan Prof Yohannes Surya. Semua finalis mendapat medali, karena mereka adalah anak-anak hebat dan juara (untuk menghargai prestasi yang tidak mendapat medali emas, perak atau perunggu).

BALON

Hadiah yang dibagikan kepada finalis keren lhohh. Ada tabungan dari Bank BNI, goodie bag, dan hadiah dari Kemendikbud yang akan dikirim ke alamat finalis (kata MC). Jika berhasil ikut babak final OSK akan menjadi kenangan yang keren bagi kita. Kalian belum jago sains jika belum pernah masuk final OSK.

Bagi peraih medali emas, perak atau perunggu mendapat hadiah di antaranya: uang, sepeda, laptop, notebook, smarphone, dan peraih medali Absolute Winner mendapat hadiah Fun Trip ke Korea bersama pendamping yang disponsori oleh Bank BNI. OSK adalah olimpiade paling keren dan menyenangkan di Indonesia, maka rugi jika kalian tidak ikut olimpiade ini.

Alasan lain kenapa anak-anak harus baca majalah sains adalah untuk modal masa depan 20 hingga 30 tahun nanti ketika akan menggantikan generasi yang sekarang dewasa dan menguasai negeri ini. Negara-negara yang sekarang maju, bidang sainsnya juga maju dan menguasai teknologi dunia.

Cita-cita anak zaman dulu biasanya profesi yang telah ada, misalkan dokter, guru, polisi, dan sejenisnya. Tetapi profesi yang dicita-citakan anak-anak sekarang mungkin saja profesi yang sekarang belum ada. 30 tahun lalu orang tidak pernah menduga dan sekarang ini profesi itu ada misalkan: membuat Google dari idenya Larry Page dan Sergey Brin, Facebook dari idenya  Mark Zuckerberg, atau Twitter dari ide Jack Dorsey, Evan Williams, dan  Biz Stone yang saat ini mereka menjadi orang kaya raya bermodal ide cemerlangnya.

Orang-orang kaya sekarang mendapatkan kekayaan dari ide di bidang teknologi informasi, tidak seperti zaman dulu, kekayaan diperoleh dari penguasaan sumber daya alam dalam jumlah besar. Kita dapat belajar bagaimana Jan Koum bersama Brian Acton mendirikan WhatsApp yang bernilai puluhan triliun rupiah tanpa merusak lingkungan sebagaimana para orang kaya zaman dahulu mendapatkan kekayaannya.

Perubahan pada tahun ini dari beberapa tahun sebelumnya yang dialami Apta ketika menuju lokasi final OSK. Dulu ketika mendarat di Bandara harus antri memesan taksi secara tradisional. Setelah diberi tahu tujuannya, Si sopir menyambut dengan pertanyaan yang membuat was-was, “Lewat mana?”

Tapi kini sejak dari pesan hotel, pesawat, hingga taksi dapat dipesan dari smartphone. Kami berangkat menumpang Grab Taxi dari Terminal 3 ke hotel Santika Premiere Bintaro dan kembalinya dengan Uber Taxi dari Universitas Pembangunan Jaya ke Terminal 2F. Pengalaman cepat, ramah, dan menyenangkan dengan biaya ekonomis.

TAXI

 

Artikel lain yang terkait dengan artikel sedang dibuka:

  1. Mengapa Awan Tidak Jatuh?
  2. Science Comic: Why?
  3. Jejak Pesawat Terbang Berekor Putih
  4. Science and Social Olympiads
  5. Casing – Komputer Rakitan