Tahapan Seleksi IMSO 2015

Seleksi International Mathematics and Science Olympiad for Primary School (IMSO) 2015 yang dibiayai oleh Pemerintah melalui Kemendikbud berasal dari dua jalur seleksi yaitu jalur khusus IMSO dan jalur OSN serta dibagi dalam 4 tahap. Karena IMSO merupakan lomba skala internasional, mungkin saja peserta dari jalur lain yang diundang dapat mengikuti olimpiade tersebut.

Seleksi oleh Kemendikbud tahap 1, semua peserta berasal dari jalur IMSO tingkat nasional. Seleksi dan pembinaan tahap 1 tanggal 11-17 Agustus 2015 memilih 30 dari 55 peserta nilai tertinggi tingkat nasional. Peserta yang menduduki peringkat 1 sampai peringkat 30, diundang atau berhak mengikuti tahap 2.

Seleksi tingkat nasional tahap 2 pada tanggal 30 Agustus s.d. 5 September, diambil 30 peserta dari jalur seleksi IMSO, ditambahi 15 peserta untuk tiap mata pelajaran IPA dan Matematika dari peraih medali OSN. Jumlah peserta tahap 2 setelah ditambahi peraih medali emas dan perak, total tiap mata pelajaran 45 peserta. Pada tahap ini peserta dibina selama seminggu di Jakarta dan dites untuk menentukan lolos atau tidak ke tahap selanjutnya. Peserta yang lolos, dua minggu kemudian diundang mengikuti pembinaan tahap 3 selama seminggu pula.

Tahap 3 dari 45 peserta diambil 26 peserta nilai tertinggi, peringkat campuran dari jalur IMSO dan OSN. Tidak dibedakan lagi asal peserta dari jalur seleksi IMSO atau jalur OSN, semua punya kesempatan sama untuk mewakili tim nasional Indonesia di Thailand. Pada tahap ini pembinaan dari tanggal 16-22 September di Jakarta.

Tahap 4 diambil 12 peserta dari 26 peserta yang akan menjadi tim nasional di Thailand, 1-7 Nopember 2015. Di tahap 4 juga ada pembinaan lagi di Jakarta tanggal 11-17 Oktober. Peserta tiap mata pelajaran dari tahap 2 s.d. 4 makin berkurang dari 45, 26, 12.

Semua biaya akomodasi, hotel, transportasi dari dan ke tempat asal semua peserta IMSO ditanggung oleh negara. Di samping itu peserta juga mendapat uang saku dan uang harian. Namun biaya yang dikeluarkan para pendamping/pengantar peserta tidak ditanggung negara.

Setiap tahap pembinaan dilaksanakan di hotel yang berbeda. Selama menginap di hotel, satu kamar untuk dua peserta. Apta sekamar dengan peserta dari provinsi Bali sesuai nama yang ditentukan pihak penyelenggara, sehingga bisa berbaur dan mengenal peserta yang berbeda suku dan agama. Panitia menempatkan peserta sekamar yang sama jenis kelamin sama.

Selama masa pembinaan seleksi olimpiade di asrama atau hotel adalah masa belajar adaptasi dan bergaul dengan peserta yang berbeda suku dan agama. Karena nanti peserta yang berbeda daerah asal, suku, dan sebagainya akan menjadi satu tim atas nama negara, maka harus dapat bekerja sama dengan peserta lain dan beradaptasi dengan lingkungan. Di samping itu peserta wajib punya sikap dan akhlak yang baik, toleransi terhadap perbedaan, saling menghargai, bisa bersosialisasi dengan peserta lain, tidak membuat keributan yang mengganggu kenyamanan lingkungan pembinaan.

Orang tua atau pendamping ketika check in tidak perlu ribut memilih teman sekamar, minta anaknya sekamar dengan peserta dari daerah asal yang sama, bahkan minta agama harus sama. Taati tata tertib yang dibuat penyelenggara dan tunjukkan sikap dan akhlak yang baik. Kepandaian dalam bidang matematika dan sains belum cukup jika tidak punya sikap toleransi, mengenal perbedaan, dan saling menghargai orang lain. Peserta mungkin akan mengalami seleksi alam yaitu tereliminasi lebih cepat. Ingat teori evolusi, teori seleksi alam Charles Darwin, bahwa spesies yang berhasil beradaptasi dengan baik akan terus bertahan hidup (survive), jika tidak dapat beradaptasi akan punah. Jadi yang akan bertahan bukanlah spesies terkuat, tetapi yang dapat beradaptasi dengan lingkungan.

Karena sebagian peserta sudah mandiri, mereka tidak ditunggui oleh pendamping selama masa pembinaan, hanya diantar-jemput dari tempat asal ke hotel. Namun ada yang ditunggui oleh orang tua atau pendamping yang menginap di hotel yang sama, kamar berbeda atau di hotel yang beda. Meskipun ditunggui oleh pendamping karena jadual pembinaan dari pukul 08.00 s.d. 17.30.00 WIB dan istirahat siang 90 menit, maka pendamping tidak akan lama bertemu peserta. Kadang-kadang di malam hari ada pembinaan atau kegiatan mengerjakan tugas kuiz.

Sebaiknya para pendamping tidak melanggar aturan yaitu tidak menginap satu kamar dengan peserta karena kamar dibayari negara hanya untuk dua peserta, per kamar. Jika pendamping ketahuan menginap satu kamar, bisa saja menjadikan alasan untuk diskualifikasi siswa, sayang kan kalau siswa gagal gara-gara sikap pendamping yang tidak tertib.

Pada saat di kelas pembinaan baju peserta tidak ditentukan, tetapi dapat memakai baju bebas dan rapi. Banyak peserta yang memakai seragam sekolah selama pembinaan. Mungkin saja seragam dapat menambah semangat belajar, sah-sah saja. Tapi Apta memakai baju bebas, agar dapat feel bebas, serius tapi santai, bukan suasana di sekolah. Oh iya meskipun bebas, selama di kelas pembinaan sebaiknya tidak memakai sandal jepit. Karena akan ke luar negeri membiasakan diri memakai sepatu agar keren gitu lhooooh…

Pengumuman peserta IMSO 2015 yang lolos tahap 1, 2, 3, dan 4 dikirim ke alamat email orang tua peserta dan alamat email Dikbud daerah asal peserta. Tenggat waktu dari pembinaan sampai pengumuman yang lolos hanya beberapa hari. Sedangkan jeda dari pengumuman ke tahapan pembinaan sejanjutnya kurang lebih tujuh hari, sehingga peserta masih punya waktu untuk persiapan, memesan tiket dan melakukan perjalanan menuju hotel lokasi pembinaan.

Sepulang dari pembinaan Apta harus mengikuti pelajaran sekolah dan mengerjakan tugas sekolah yang ketinggalan, ulangan harian susulan, dan sebagainya. Kalau dibandingkan, menjalani hari-hari lebih nyaman selama pembinaan, meskipun sama-sama sehari penuh. Apta menjadi lebih sibuk dibanding teman-teman sekelas, ketika pulang pembinaan IMSO.

Para pembina IMSO dan sebagian besar peserta sudah tidak asing lagi bagi Apta karena pernah bertemu dalam kelas pembinaan olimpiade di tempat yang lain. Sedangkan peserta di tahap 2 dan 3 sering bertemu di lomba-lomba sains tingkat nasional di event yang lain. Apta optimis akan menduduki peringkat 10 nilai terbaik, berdasarkan prediksi peringkat lomba-lomba sebelumnya dari percakapan sesama peserta setelah mengerjakan kuiz di kelas selama pembinaan.

Materi pembinaan IMSO sebagian besar berbahasa Inggris yang disampaikan dengan pengantar bahasa Indonesia. Sedangkan pada saat lomba, soal bahasa Inggris. Kalau kalian pernah ikut olimpiade matematika berbahasa Inggris misalkan Australian Mathematics Competition atau American Mathematics Competitions akan membantu memudahkan mengerjakan soal-soal sehingga dapat lolos ke tahap berikutnya.

Pada tahap 4 (terakhir) Apta masuk di antara 12 peserta matematika, tim nasional Indonesia yang akan mengikuti IMSO 2015 di Pathum Thani Thailand. Kami sekeluarga, teman-teman, dan guru di sekolah senang sekali karena Apta berhasil mengikuti olimpiade tingkat internasional yang mewakili negara. Kami juga mohon dukungan do’a dari seluruh warga negara Indonesia, semoga wakil-wakil Indonesia berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu.

Tabel Peserta IMSO 2015 Bidang Studi Matematika dan IPA Tahap 2 sampai 4

No Asal Provinsi Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4
1 Jawa Timur 20 11 9
2 Jawa Tengah 16 10 3
3 DKI Jakarta 13 8 7
4 D.I. Yogyakarta 8 5 1
5 Bali 7 4 1
6 Jawa Barat 5 1
7 Sumatera Utara 5 4 1
8 Banten 4 2 1
9 Riau 3 2
10 Kalimantan Barat 2 2
11 Lampung 2 2 1
12 Sumatera Selatan 2
13 Kepulauan Riau 1
14 Aceh 1
15 Jambi 1 1

Jumlah

90 52 24

Artikel lain yang terkait dengan artikel sedang dibuka:

  1. Australian Mathematics Competition 2014
  2. Hasil American Mathematics Competition-8 2014
  3. Kompetisi GASING 2014
  4. OMITS 2015
  5. Peraih Prize AMC 2014