Hadiah dan Buku Olimpiade

Tulisan ini dibuat untuk menjawab pertanyaan via email apa hadiah dari olimpiade dan buku apa yang dipelajari untuk persiapan olimpiade. Semoga jawaban pada artikel ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi teman-teman yang ingin ikut olimpiade matematika maupun IPA.

Hadiah Olimpiade

Pada tingkat provinsi kami bertiga yang mewakili Jawa Timur semua mendapat hadiah uang dan piala dari Dikbud Provinsi. Besarnya bervariasi, Apta yang menempati peringkat 2, hadiah cukup untuk membeli ponsel Android merk China. Jika ditambah uang saku/uang harian selama mengikuti OSN cukup untuk membeli ponsel Android kelas menengah merk Jepang atau Korea. Peraih medali OSN dari Dikbud pusat pada saat pengumuman peraih medali juga akan diberikan hadiah uang serta kesempatan mengikuti olimpiade tingkat internasional. Nominal rupiah peraih medali emas cukuplah untuk beli ponsel merk Amerika iPhone 4.

Pada saat acara wisuda kelas 6 sekolah kami juga mendapat kejutan dengan dipanggil maju ke panggung menerima papan bertuliskan hadiah. Hadiah berupa gratis SPP selama setahun karena meraih medali emas OSN yang setara dengan harga tablet Samsung. Kata para guru dan pendamping peserta OSN sertifikat peraih medali OSN dapat digunakan sebagai referensi agar prioritas diterima untuk masuk SMP.

Pada acara penyerahan medali OSN yang spektakuler tersebut Apta juga mendapat kejutan. Begitu turun dari panggung disambut oleh beberapa orang yang mengucapkan selamat dan menyerahkan brosur, leaflet, serta form pendaftaran masuk SMP. Mereka menawarkan masuk sekolah berasrama (boarding school) dengan pengantar berbahasa Inggris dan Indonesia. Hadiahnya semua biaya gratis, beasiswa selama tiga tahun. Nilai nominal jika tanpa beasiswa selama tiga tahun setara dengan harga Toyota New Avanza atau Honda Mobilio tipe paling mahal. Waoowww. Karena kesempatan beasiswa tersebut hanya diberikan pada paling banyak empat siswa per angkatan, setelah mencari informasi dari browsing, rekomendasi dari teman yang mendapat beasiswa pada sekolah tersebut, maka Apta mengambil kesempatan mendaftar pada salah satu sekolah yang memberi hadiah.

Hadiah lain yang akan kami terima adalah paket wisata, liburan ke Malaysia. Keren, khan?… Ayo ikut OSN! Siapapun bisa!

Nilai nominal pada tulisan ini tidak kami berikan dalam bentuk angka rupiah agar berapapun nilainya hadiah tersebut akan menjadi berkah. Di samping itu motivasi ikut olimpiade bukan semata-mata demi hadiah, tetapi mencari pengalaman berkompetisi dan sekaligus jalan-jalan wisata di kota lokasi lomba.

Buku rekomendasi olimpiade matematika

Buku utama yang kami gunakan untuk belajar mengerjakan soal-soal olimpiade matematika adalah karangan Terry Chew “Maths Olympiad” Beginner dan Intermediate. Buku tersebut hanya dapat dibeli di toko buku impor atau mall-mall di kota-kota besar karena penerbitnya Singapura. Disarankan membeli yang terbitan asli berbahasa Inggris, bukan terjemahan karena lebih mudah memahaminya. Terbitan terjemahan serasa “Google Translate” sulit dimengerti arti maksud soal-soalnya, mungkin saja penerjemah bukan guru matematika.

Logika cara pemecahan soal matematika buku karangan Terry Chew sangat sederhana dan mudah diterima yang jika dengan cara lain akan rumit. Buku-buku karangan penulis lokal juga ada beberapa yang bagus tapi tidak sedikit pula yang kurang bagus dan salah cara penyelesaian soalnya. Celakanya lagi nomor kontak penulis pada buku tidak dapat dihubungi dan penerbitnya juga tidak bertanggung jawab atas kesalahan isi buku. Jenis-jenis buku yang penulisnya tidak bertanggung jawab biasanya langsung kami masukan tempat sampah. Tips agar dapat mendapatkan buku yang berkualitas lihat dulu siapa penerbitnya, lalu siapa penulisnya. Penerbit populer, peringkat 5 besar nasional biasanya hanya memilih penulis yang reputasinya bagus sehingga buku-buku terbitannya bagus pula.

Apa perlu pembinaan atau bimbingan khusus untuk olimpiade? Jika di sekitar tempat tinggal tersedia, sebaiknya bimbingan pada guru/dosen matematika khusus olimpiade. Tetapi bagi yang tinggal di kota kecil seperti kami, tidak ada guru matematika khusus olimpiade. Beda dengan di kota besar, Surabaya atau Jakarta banyak guru, dosen atau pembimbing khusus olimpiade.

Bagaimana cara mengatasi jika tidak adanya pembina olimpiade? Kami menyelesaikan masalah tersebut dengan ikut lomba-lomba matematika. Dari lomba matematika tersebut biasanya ada moderasi, pembahasan soal, tips cara mengerjakan soal oleh penyelenggara lomba. Di samping itu pernah juga mendapat hadiah lomba karena masuk peringkat 30 besar nasional berupa pembinaan selama tiga hari dari Surya Institute di Tangerang.

Memang soal-soal olimpiade perlu perhatian khusus? Oh ya, soal-soal olimpiade berbeda dengan level pelajaran di sekolah. Jika saat ini SD maka yang dipelajari untuk persiapan olimpiade adalah buku-buku SMP. Buku di tingkatan kelas, pelajaran sekolah sekarang, ditutup dulu.

Tipe-tipe soal olimpiade dari tahun ke tahun tidak ada yang sama persis, tapi yang mirip cara penyelesaiannya juga ada. Sehingga jika tidak ada pembimbing, dengan belajar soal-soal OSN yang telah lalu dirasa cukup. Kami tim dari Jawa Timur mendapat pembinaan untuk persiapan OSN tingkat nasional selama empat hari di Surabaya. Suasananya pun santai namun serius, ketika istirahat masih bisa main bola. Santainya, setelah pembinaan selesai disarankan oleh pembina tidak usah belajar, alasan karena nanti ketika lomba, yang diingat adalah yang terakhir dipelajari. Kami pun gembira, kami tidak belajar sama sekali hingga pelaksanaan lomba. Untungnya saat lomba, apa yang diajarkan dapat diingat, dengan hasil tiga emas dan dua perak untuk Jawa Timur.

PrizeBook

Artikel lain yang terkait dengan artikel sedang dibuka:

  1. Hari Kedua IMC Singapura
  2. Karantina IMC 2013
  3. Peraih Medali IMSO 2015
  4. Hari Keempat IMC Singapura
  5. Olimpiade Matematika Vektor Nasional