Kumon ASF 2014

Setiap tahun Kumon mengundang siswa yang belajar subjek Matematika atau Bahasa Inggris per bulan Juni mencapai 5 tingkat di atas tingkatan kelasnya ke acara Advanced Student Forum (ASF). Para siswa yang mampu mencapai level 5 tingkat di atas tingkatan kelasnya kurang lebih 10% dari total siswa Kumon. Dengan demikian +-11.000 siswa Kumon mampu mencapai 5 tingkat di atas tingkatan kelasnya. Sedangkan jumlah siswa yang lulus (Completer) +- 1% dari total siswa Kumon.

Kumon yang merupakan lembaga pendidikan matematika dan bahasa Inggris yang paling besar di dunia yaitu tersebar di 48 negara. Total siswanya dari berbagai negara tahun 2013 mencapai 4,8 juta, tetapi yang belajar di Kumon Indonesia +- 120.000 siswa.Siswa yang diundang pada seremonial ASF Nopember 2014 adalah 10.595 siswa ASF dan completer di antara seluruh siswa Kumon 119.878 siswa yang terdaftar per Juni 2014.

Peserta ASF jumlahnya banyak dan bukanlah hal yang istimewa. Tetapi siswa yang mampu bertahan di Kumon lah yang istimewa dan luar biasa hebat. Karena setiap hari mereka harus belajar, mengerjakan pekerjaan rumah yang tanpa henti setiap hari sepanjang tahun. Siswa perlu disiplin dalam mengatur waktu belajar pelajaran dari sekolah, mengerjakan PR Kumon maupun bermain. Setiap bulan banyak siswa Kumon yang berhenti belajar, tetapi pada bulan yang sama banyak juga siswa baru yang belajar di Kumon.

Siswa yang diundang ASF tidak dibatasi umur, tetapi berdasarkan capaian tingkatan kelas minimun 5 tingkat di atas tingkatan kelas siswa. Jadi kalau di ASF ada anak TK, berarti yang dia pelajari di Kumon pelajaran kelas 5, dan jika ada anak SD kelas 1 materi yang dia pelajari di Kumon adalah pelajaran kelas 6 SD atau di atasnya. Hebatnya di ASF 2014, di Supermall Surabaya Convention Center (SSCC) pada 2 Nopember lalu banyak sekali anak-anak TK yang memegang piala ASF.

Perbedaan belajar di Kumon dengan di tempat bimbingan lain adalah siswa Kumon menentukan sendiri target yang akan dicapai sesuai kemampuan. Apta merencanakan target Completer Kumon ketika kelas 6 nanti. Pada tahun ini karena materinya siswa SMA untuk subjek Bahasa Inggris mengambil PR tiga lembar, dan Matematika 1 lembar saja. Dengan demikian waktu mengerjakan kedua PR Kumon agak santai, tidak lebih dari satu jam.

Setiap level Kumon disediakan 200 lembar kerja (worksheet) yang wajib diselesaikan dalam waktu yang ditargetkan sesuai kemampuan siswa. Jika siswa mengerjakan PR melebihi batas waktu yang ditentukan Kumon atau beberapa jawaban salah, maka lembar kerja tersebut diulangi sampai memenuhi standar. Dari 200 lembar kerja, siswa diberi kesempatan menentukan setiap hari mampu mengerjakan berapa lembar kerja. Jika setiap hari mampu mengerjakan 10 lembar kerja, maka dalam sebulan dapat naik level. Sebaliknya, jika setiap hari hanya ambil PR satu lembar kerja, maka satu level akan ditempuh dalam beberapa bulan.

Subjek Matematika terdiri dari level 6A, 5A, 4A, 3A, 2A, A – O, dan level X. Level X adalah topik khusus ada beberapa pilihan materi pendalaman yang dapat dipilih sesuai keinginan siswa. Untuk mencapai Completer siswa harus melampaui setiap level yang start levelnya ditentukan pada tes penempatan level pada waktu mendaftar. Level 6A sampai 1A pada umumnya dialami anak-anak TK.

Biaya les Kumon tingkat TK/SD per bulan Rp 370.000 (Jabodetabek) dan luar Jabodetabek Rp 320.000 per mata pelajaran. Fasilitas yang diberikan lembar kerja tidak dibatasi, pertemuan 2x seminggu untuk koreksi PR, konsultasi dengan pembimbing, dan mengerjakan lembar kerja pada hari yang bersangkutan. Dengan demikian untuk menghemat biaya agar cepat lulus (completer) siswa dapat mengambil lembar kerja per hari lebih dari satu, bahkan bisa 10 lembar kerja. Sayangnya semakin tinggi level, soal-soalnya semakin sulit sehingga PR per hari 10 lembar kerja hanya mungkin diambil pada level rendah. Jika memaksakan diri ambil lembar kerja yang banyak bisa membuat stres.

Banyak sekali alasan kenapa siswa keluar dari Kumon, tapi bagi Apta hingga saat ini belum menemukan alasan yang kuat untuk keluar dari Kumon kecuali completer. Pengalaman mendengar keluhan siswa yang keluar dari Kumon karena merasa terlalu berat PR-nya. Dia mungkin terlalu banyak mengambil PR sehingga waktu pengerjaan PR terlalu lama dan bosan. Ada pula yang keluar dari Kumon karena alasan menganggap materi pelajarannya terlalu mudah. Iya memang, di awal tes penempatan level jika siswa dalam mengerjakan soal tidak mencapai standar waktu dan nilai yang ditetapkan Kumon, maka akan diberi soal yang lebih mudah, di bawah tingkatan kelasnya. Namun, setelah mampu mengerjakan soal-soal yang mudah maka akan diberi soal-soal yang semakin sulit karena tingkatan kelas semakin tinggi.

Suatu hal yang pasti bagi siswa Kumon adalah mereka sudah siap lebih dulu, lebih percaya diri pelajaran matematika dan Bahasa Inggris dibanding teman sekelasnya karena yang mereka pelajari di Kumon materi pelajaran untuk TK, SD, SMP, dan SMA. Contohnya yang dipelajari Apta saat ini adalah materi untuk SMP dan SMA sehingga nanti ketika sudah SMP dan SMA hanya mengingat kembali pelajaran di Kumon.

Setiap pertemuan ASF ditayangkan video kakak-kakak kita yang completer dan kini telah kuliah atau bekerja. Banyak inspirasi yang kita peroleh dari pengalaman kisah mereka karena dulu belajar di Kumon yang mendukung kesuksesan ketika kuliah dan bekerja. Di antaranya sikap disiplin, mandiri, punya target, menyukai tantangan, dan mengoptimalkan potensi diri yang diperoleh ketika belajar Kumon.

Tahun ini dan tahun lalu Apta mendapatkan piala untuk subjek Matematika dan Bahasa Inggris yang diserahkan di Surabaya pada acara Advanced Student Forum 2014.

ASF2014

Artikel lain yang terkait dengan artikel sedang dibuka:

  1. Medali Kangaroo Contest
  2. Olimpiade Matematika Vektor Nasional
  3. Keyboard – Komputer Rakitan
  4. Hari Keempat IMC Singapura
  5. Hari Ketiga IMC Singapura