Lomba

Lomba pelajaran matematika dan IPA atau lomba Sains tingkat nasional maupun regional (provinsi) sering diikuti sekolah kami. Dari kelas 4A sekolah kami, Almas, Apta, Rendy, dan Vavan (empat sekawan) mengikuti lomba dalam tim maupun individu. Di samping itu beberapa siswa dari kelas lain juga sering mengikuti lomba.

Lomba tingkat nasional Fakhruddin Ar-Razi Competition 2013 kami masuk babak final, namun hanya Almas saja yang masuk 10 besar nasional di peringkat 4. Pada International Mathematics Assessments for Schools (IMAS), Round 1, 2013 kami bertiga Apta, Rendy, dan Vavan mendapat High Distinction sehingga berhak ikut ke babak 2. Di KMNR 8 tahun 2013, Almas dan Apta mendapat medali perak juga.

Lomba tingkat nasional yang diselenggarakan universitas negeri di Jawa Timur, ITS, Unesa, Universitas Brawijaya, dan Univ Negeri Malang, kami sampai babak semifinal atau final dan belum berhasil meraih medali. Di lomba-lomba tersebut kami berhasil menjadi juara rayon atau dalam kelompok passing grade (50 besar nasional) sehingga dapat mengikuti babak berikutnya yang diselenggarakan di Kampus Universitas penyelenggara lomba.

Kami semangat mengikuti lomba karena peran para guru di sekolah kami yang semangat mengantar kami ke manapun ketika tim dari sekolah mengikuti lomba. Ketika kami lomba di Malang, Surabaya, maupun Bogor mereka mengantar kami dengan sepenuh hati. Jika tim sekolah kami cukup dengan mobil, maka mobil sekolah kami mengantar kami lomba. Tetapi jika tidak cukup dengan mobil, maka sekolah kami menyewa bus untuk mengangkut peserta lomba.

Hanya sekali saja guru kami kurang semangat mengantar kami mengikuti lomba, yaitu ketika mengikuti seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2014 tingkat kabupaten. Padahal jarak tempat lomba dari sekolah kami hanya 1 km. Lomba di hari itu Apta diantar oleh kedua orang tua, meskipun di pertengahan lomba ada satu guru kami yang hadir.

Ikut penyisihan OSN pengalaman baru bagi kami. Meskipun jauh sebelum lomba kami dengar dari isu yang menyatakan bahwa OSN adalah jatahnya anak sekolah negeri, pemenang yang akan lolos ke tingkat provinsi sudah ditentukan sebelum lomba, dari SD tertentu yang mewakili, tetapi Apta semangat mengikuti pula. Ya sudah lah… Lombanya sih seolah-olah berjalan normal, tapi kalau diamati secara cermat terasa tidak normal dan seperti formalitas saja. Pantas guru sekolah kami bermalas-malasan hadir di acara lomba tersebut. Ceritanya seperti apa sih? Nanti Apta tulis artikel pengalaman ikut OSN ya…

Peraih Medali SD BAS

Keterangan Foto: Almas, Khibban, Rendy (perunggu), Apta (perak), Cahya, dan Nayla (perunggu). Vavan tidak ikut foto ini meraih medali emas, foto dibuat sebelum penyerahan medali emas, karena kami buru-buru pulang. Bogor, 20 April 2014

Artikel lain yang terkait dengan artikel sedang dibuka:

  1. Pekan Matematika UB 2014
  2. Peraih Medali IMSO 2015
  3. Casing – Komputer Rakitan
  4. Peraih Medali OSN 2015 SD
  5. Keyboard – Komputer Rakitan