Mengapa Pesawat Terbang Butuh Landasan Panjang?

Helikopter, pesawat terbang, pesawat ruang angkasa, dan roket agar dapat terbang harus mempunyai daya dorong ke atas yang melebihi berat pesawat atau helikopter. Pada saat di darat atau landasan gravitasi mencapai titik tertinggi. Agar dapat memperoleh daya angkat ke udara dibutuhkan tenaga dorong yang besar untuk melawan gravitasi tersebut.

Cara melawan gravitasi agar terangkat ke udara masing-masing jenis pesawat mempunyai cara sendiri sesuai arsitektur dan konstruksinya. Helikopter menggunakan baling-baling yang berputar menahan berat pesawat untuk melawan gravitasi. Bahkan helikopter dapat berhenti di ketinggian karena baling-baling mampu stabil menahan berat helikopter. Pesawat ruang angkasa pada saat lepas landas didorong roket yang mendorong pesawat ke atas dari semburan mesinnya. Sedangkan pesawat terbang harus bergerak cepat di landasan yang panjang karena arsitektur dan konstruksinya dibuat untuk cara lepas landas dan mendarat di landasan.

Pada saat pesawat terbang akan lepas landas, harus bergerak cepat di landasan untuk mendapatkan daya dorong ke atas. Semakin cepat bergerak maka tenaga dorong semakin besar. Kendali arah daya dorong ke atas diatur oleh bagian sayap yang dapat digerakan ke atas dan bawah. Akibat pergerakan cepat dan ditambah semburan udara ke arah belakang mesin jet maupun mesin turbo jet baling-baling, maka menimbulkan daya dorong yang lebih besar dari berat pesawat sehingga pesawat dapat terbang.

antovov-124

Foto di atas Antonov An 124-100

Daya muat: 150.000 kg, panjang: 68,96 m, lebar sayap: 73,3 m, tinggi: 20,78 m, luas sayap: 628 m², berat kosong: 175.000 kg, berat maksimum saat lepas landas: 405.000 kg, mesin: 4×turbofans. Pesawat ini membutuhkan landasan yang panjang untuk dapat terbang karena pesawat yang berat sama dengan melawan gravitasi yang besar pula.

Panjang landasan

Apabila jenis pesawat sama pada kondisi landasan yang sama pula, semakin berat beban muatan pesawat yang dibawa maka dibutuhkan landasan yang lebih panjang. Meskipun tidak selalu benar, secara umum dapat disimpulkan bahwa, makin besar pesawat terbang, makin panjang landasan yang dibutuhkan. Akan tetapi teknologi mutakhir pesawat terbang jenis baru, meskipun pesawatnya besar tetapi dapat mendarat dan terbang dari landasan relatif yang pendek.

Panjang landasan dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, di antaranya temperatur, elevasi dari permukaan air laut, kerapatan udara, keadaan tanpa ada angin atau ada angin bertiup, dan kondisi fisik landasan (kekerasan aspal dan kelicinan). Kondisi temperatur udara yang lebih tinggi, dibutuhkan landasan yang lebih panjang, karena pada temperatur yang tinggi tingkat kerapatan (density) udara akan rendah. Kerapatan yang rendah menghasilkan daya dorong pesawat terbang yang rendah pula. Pada landasan yang terletak di lokasi lebih tinggi dari permukaan air laut dibutuhkan landasan yang lebih panjang karena kerapatan udara lebih renggang. Ketika pesawat terbang mendarat pada kondisi permukaan landasan yang licin, akibat genangan air, dibutuhkan landasan yang lebih panjang dibanding landasan yang tidak licin. Permukaan landasan yang licin akan mengurangi daya pengereman roda pesawat. Dibutuhkan landasan yang lebih panjang jika permukaan landasan basah atau licin bagi pesawat terbang yang akan mendarat dan lepas landas. Untungnya drainase di sekitar landasan pesawat terbang pada umumnya dirancang sangat baik sehingga dapat mencegah genangan air pada permukaan landasan.

Artikel lain yang terkait dengan artikel sedang dibuka:

  1. Casing – Komputer Rakitan
  2. Olimpiade Sains Kuark 2016
  3. Mengapa Awan Tidak Jatuh?
  4. Jejak Pesawat Terbang Berekor Putih
  5. Mengapa Langit Cerah Berwarna Biru?